Keutamaan surah Al -Fatihah

Nama Lain Surat Al Fatihah

Surat ini disebut Al Fatihah karena sebagai pembuka dalam mushaf. Al Fatihah adalah surat pertama dalam mushaf Al Qur’an. Surat ini disebut pula Sab’ul Matsaani karena terdiri dari tujuh ayat. Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam ayat,

وَلَقَدْ آَتَيْنَاكَ سَبْعًا مِنَ الْمَثَانِي وَالْقُرْآَنَ الْعَظِيمَ

“Dan sesungguhnya Kami telah berikan kepadamu tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang dan Al Quran yang agung.” (QS. Al Hijr: 87). Surat Al Fatihah itulah yang disebut sab’ul matsaani. Dalam Zaadul Masiir disebutkan bahwa yang dimaksudkan sab’ul matsaani (tujuh ayat yang dibaca berulang-ulang) adalah Fatihatul Kitab. Pendapat ini dipilih oleh ‘Umar bin Al Khottob, ‘Ali bin Abi Tholib, salah satu pendapat Ibnu Mas’ud dan pendapat yang banyak dinukil dari Ibnu ‘Abbas, juga menjadi pendapat Abu Hurairah, Al Hasan Al Bashri dan Sa’id bin Jubair dalam salah satu pendapatnya dan lainnya.

Al Fatihah disebut pula dengan Al Matsaani karena surat tersebut dibaca berulang kali dalam setiap raka’at. Begitu pula surat tersebut disebut Ummul Qur’an (induk Al Qur’an) karena induknya sesuatu berarti yang menjadi tempat rujukan. Makna Al Qur’an semuanya kembali pada surat ini.

Al Fatihah disebut pula Ash Shalah karena surat Al Fatihah disebutkan dalam hadits qudsi berikut dengan penyebutan tersebut,

قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ

“Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat menjadi dua bagian antara Aku dan antara hamba-Ku. Bagi hamba-Ku apa yang mereka minta ….” (HR. Muslim no. 395).

masih melanjutkan penamaan surat Al Fatihah sebelum masuk pembahasan inti.

Al Fatihah Disebut Ash Shalah

Surat Al Fatihah disebut pula ash shalah. Surat Al Fatihah disebut shalat karena shalat tidaklah sah kecuali dengan Al Fatihah. Dalilnya adalah hadits qudsi berikut,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « مَنْ صَلَّى صَلاَةً لَمْ يَقْرَأْ فِيهَا بِأُمِّ الْقُرْآنِ فَهْىَ خِدَاجٌ – ثَلاَثًا – غَيْرُ تَمَامٍ ». فَقِيلَ لأَبِى هُرَيْرَةَ إِنَّا نَكُونُ وَرَاءَ الإِمَامِ. فَقَالَ اقْرَأْ بِهَا فِى نَفْسِكَ فَإِنِّى سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « قَالَ اللَّهُ تَعَالَى قَسَمْتُ الصَّلاَةَ بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى نِصْفَيْنِ وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ فَإِذَا قَالَ الْعَبْدُ ( الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى حَمِدَنِى عَبْدِى وَإِذَا قَالَ (الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ). قَالَ اللَّهُ تَعَالَى أَثْنَى عَلَىَّ عَبْدِى. وَإِذَا قَالَ (مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ). قَالَ مَجَّدَنِى عَبْدِى – وَقَالَ مَرَّةً فَوَّضَ إِلَىَّ عَبْدِى – فَإِذَا قَالَ (إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ ). قَالَ هَذَا بَيْنِى وَبَيْنَ عَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ. فَإِذَا قَالَ (اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلاَ الضَّالِّينَ ). قَالَ هَذَا لِعَبْدِى وَلِعَبْدِى مَا سَأَلَ ».

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda, “Barangsiapa yang shalat lalu tidak membaca Ummul Qur’an (yaitu Al Fatihah), maka shalatnya kurang (tidak sah) -beliau mengulanginya tiga kali-, maksudnya tidak sempurna.” Maka dikatakan pada Abu Hurairah bahwa kami shalat di belakang imam. Abu Hurairah berkata, “Bacalah Al Fatihah untuk diri kalian sendiri karena aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa salam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Aku membagi shalat (maksudnya: Al Fatihah) menjadi dua bagian, yaitu antara diri-Ku dan hamba-Ku dua bagian dan bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika hamba mengucapkan ’alhamdulillahi robbil ‘alamin (segala puji hanya milik Allah)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah memuji-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘ar rahmanir rahiim (Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang)’, Allah Ta’ala berfirman: Hamba-Ku telah menyanjung-Ku. Ketika hamba tersebut mengucapkan ‘maaliki yaumiddiin (Yang Menguasai hari pembalasan)’, Allah berfirman: Hamba-Ku telah mengagungkan-Ku. Beliau berkata sesekali: Hamba-Ku telah memberi kuasa penuh pada-Ku. Jika ia mengucapkan ‘iyyaka na’budu wa iyyaka nasta’in (hanya kepada-Mu kami menyebah dan hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan)’, Allah berfirman: Ini antara-Ku dan hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta. Jika ia mengucapkan ‘ihdiinash shiroothol mustaqiim, shirootolladzina an’amta ‘alaihim, ghoiril magdhuubi ‘alaihim wa laaddhoollin’ (tunjukkanlah pada kami jalan yang lurus, yaitu jalan orang yang telah Engkau beri nikmat, bukan jalan orang yang dimurkai dan bukan jalan orang yang sesat), Allah berfirman: Ini untuk hamba-Ku, bagi hamba-Ku apa yang ia minta.” (HR. Muslim no. 395). Juga dalam hadits di atas disebut pula bahwa Al Fatihah disebut pula Ummul Qur’an.

Dalam penjelasan hadits qudsi di atas disebutkan bahwa surat Al Fatihah yang tujuh ayat terbagi menjadi dua. Tiga-setengah ayat yang pertama adalah untuk Allah dan sanjungan untuk-Nya. Tiga-setengah ayat yang berikutnya adalah untuk hamba, yaitu mulai dari ayat ‘wa iyyaka nasta’in’ hingga akhir surat.

Al Fatihah Disebut Juga Ruqyah

Surat AlFatihah disebut pula ruqyah. Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Sa’id Al Khudri berikut ini,

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ نَاسًا مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَانُوا فى سَفَرٍ فَمَرُّوا بِحَىٍّ مِنْ أَحْيَاءِ الْعَرَبِ فَاسْتَضَافُوهُمْ فَلَمْ يُضِيفُوهُمْ. فَقَالُوا لَهُمْ هَلْ فِيكُمْ رَاقٍ فَإِنَّ سَيِّدَ الْحَىِّ لَدِيغٌ أَوْ مُصَابٌ. فَقَالَ رَجُلٌ مِنْهُمْ نَعَمْ فَأَتَاهُ فَرَقَاهُ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ فَبَرَأَ الرَّجُلُ فَأُعْطِىَ قَطِيعًا مِنْ غَنَمٍ فَأَبَى أَنْ يَقْبَلَهَا. وَقَالَ حَتَّى أَذْكُرَ ذَلِكَ لِلنَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم-. فَأَتَى النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَذَكَرَ ذَلِكَ لَهُ. فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ وَاللَّهِ مَا رَقَيْتُ إِلاَّ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ. فَتَبَسَّمَ وَقَالَ « وَمَا أَدْرَاكَ أَنَّهَا رُقْيَةٌ ». ثُمَّ قَالَ « خُذُوا مِنْهُمْ وَاضْرِبُوا لِى بِسَهْمٍ مَعَكُمْ »

Dari Abu Sa’id Al Khudri, bahwa ada sekelompok sahabat Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- dahulu berada dalam safar (perjalanan jauh), lalu melewati suatu kampung Arab. Kala itu, mereka meminta untuk dijamu, namun penduduk kampung tersebut enggan untuk menjamu. Penduduk kampung tersebut lantas berkata pada para sahabat yang mampir, “Apakah di antara kalian ada yang bisa meruqyah (melakukan pengobatan dengan membaca ayat-ayat Al Qur’an, -pen) karena pembesar kampung tersebut tersengat binatang atau terserang demam.” Di antara para sahabat lantas berkata, “Iya ada.” Lalu ia pun mendatangi pembesar tersebut dan ia meruqyahnya dengan membaca surat Al Fatihah. Akhirnya, pembesar tersebut sembuh. Lalu yang membacakan ruqyah tadi diberikan seekor kambing, namun ia enggan menerimanya -dan disebutkan-, ia mau menerima sampai kisah tadi diceritakan pada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan menceritakan kisahnya tadi pada beliau. Ia berkata, “Wahai Rasulullah, aku tidaklah meruqyah kecuali dengan membaca surat Al Fatihah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas tersenyum dan berkata, “Bagaimana engkau bisa tahu Al Fatihah adalah ruqyah (artinya: bisa digunakan untuk meruqyah, -pen)?” Beliau pun bersabda, “Ambil kambing tersebut dari mereka dan potongkan untukku sebagiannya bersama kalian.” (HR. Bukhari no. 5736 dan Muslim no. 2201). Imam Nawawi membuat Bab dalam Shahih Muslim tentang bolehnya mengambil upah dari ruqyah dengan Al Qur’an atau dzikir. Demikian beberapa pembahasan nama untuk Al Fatihah.

surat Al Fatihah mulai dari ayat ‘alhamdulillahir robbil ‘aalamiin’. Dalam ayat ini terdapat kandungan salah satu rukun ibadah yaitu cinta (mahabbah). Itulah yang akan diulas pada kesempatan kali ini.Ayat yang dimaksudkan di atas adalah,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

“Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam” (QS. Al Fatihah: 2)

Syaikh Muhammad At Tamimi rahimahullah mengatakan bahwa dalam ayat ini terkandung makna mahabbah (cinta). Karena Allah itu pemberi berbagai macam nikmat sehingga Allah itu dipuji dan disanjung. Setiap yang memberi nikmat atau kebaikan akan disanjung sesuai kadar nikmat yang diberikan. Allah itu juga dipuji karena zat, nama, sifat dan perbuatan-Nya yang mulia. Sehingga itulah yang membuat Allah itu dicinta.

Mahabbah (cinta) itu sendiri ada empat bentuk:

1- Mahabbah syirkiyyah (cinta yang bernilai syirik).

Inilah seperti yang difirmankan oleh Allah Ta’ala,

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَتَّخِذُ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَنْدَادًا يُحِبُّونَهُمْ كَحُبِّ اللَّهِ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah; mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman amat sangat cintanya kepada Allah.”(QS. Al Baqarah: 165).

Ada dua tafsiran untuk ayat “yuhibbunahum ka-hubbillah”,

1- Maknanya adalah,يحبونهم كحب الذين آمنوا لله

“Orang musyrik mencintai sesembahan mereka sebagaimana kecintaan orang beriman pada Allah”. Tafsiran pertama ini dipilih oleh Ibnu ‘Abbas, ‘Ikrimah, Abul ‘Aliyah, Ibnu Zaid, Maqotil dan Al Faro’.

2- Maknanya adalah,  يحبونهم كمحبتهم لله

“Orang musyrik mencintai sesembahan mereka sebagaimana kecintaan orang musyrik pada Allah.” Yaitu mereka menyamakan kecintaan kepada sesembahan mereka dengan kecintaan pada Allah. Demikian pendapat Az Zujaj.

Tafsiran kedua lebih baik karena melihat kelanjutan ayat,

وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ

“Orang beriman lebih tinggi cintanya pada Allah”. Artinya, orang beriman lebih mencintai Allah melebihi kecintaan orang musyrik pada sesembahan mereka. Karena kecintaan orang musyrik terbagi dua. Dan tafsiran kedua itulah yang menunjukkan syirik dalam mahabbah (cinta). Inilah makna yang tepat untuk dipakai. Lihat dua tafsiran di atas dalam Zaadul Masiir, karya Ibnul Jauzi.

Abul ‘Abbas Ibnu Taimiyah berkata,

وَالْأَوَّلُ قَوْلٌ مُتَنَاقِضٌ وَهُوَ بَاطِلٌ فَإِنَّ الْمُشْرِكِينَ لَا يُحِبُّونَ الْأَنْدَادَ مِثْلَ مَحَبَّةِ الْمُؤْمِنِينَ لِلَّهِ

“Tafsiran pertama sangat bertentangan dan batil karena orang musyrik tidaklah mencintai sesembahan mereka sebagaimana orang mukmin mencintai Allah.” (Majmu’ Al Fatawa, 7: 188).

Intinya, orang musyrik sangat mencintai sesembahan mereka dan kecintaan mereka menyamai kecintaan pada Allah, bahkan bisa jadi lebih. Oleh karenanya, mereka rela mati demi membela sesembahan mereka. Bahkan kalau nama Allah saja yang disebut, mereka tidak rela sampai disebut pula yang mereka agungkan. Kita dapat melihat pada firman Allah Ta’ala,

وَإِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَحْدَهُ اشْمَأَزَّتْ قُلُوبُ الَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِالْآَخِرَةِ وَإِذَا ذُكِرَ الَّذِينَ مِنْ دُونِهِ إِذَا هُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

“Dan apabila hanya nama Allah saja disebut, kesallah hati orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat; dan apabila nama sembahan-sembahan selain Allah yang disebut, tiba-tiba mereka bergirang hati.” (QS. Az Zumar: 45).

Namun kenyataan yang terjadi, cinta (mahabbah) mereka terhadap yang mereka agung-agungkan tidaklah bermanfaat di akhirat kelak. Bahkan yang ada nantinya adalah saling laknat di antara mereka di akhirat. Sebagaimana yang Allah Ta’ala sebutkan,

وَقَالَ إِنَّمَا اتَّخَذْتُمْ مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْثَانًا مَوَدَّةَ بَيْنِكُمْ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا ثُمَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكْفُرُ بَعْضُكُمْ بِبَعْضٍ وَيَلْعَنُ بَعْضُكُمْ بَعْضًا وَمَأْوَاكُمُ النَّارُ وَمَا لَكُمْ مِنْ نَاصِرِينَ

“Dan berkata Ibrahim: “Sesungguhnya berhala-berhala yang kamu sembah selain Allah adalah untuk menciptakan perasaan kasih sayang di antara kamu dalam kehidupan dunia ini kemudian di hari kiamat sebahagian kamu mengingkari sebahagian (yang lain) dan sebahagian kamu mela’nati sebahagian (yang lain); dan tempat kembalimu ialah neraka, dan sekali- kali tak ada bagimu para penolongpun.” (QS. Al ‘Ankabut: 25).

Cinta yang bermanfaat adalah cinta karena Allah yang dilandasi ketakwaan. Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman,

الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ

“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az Zukhruf: 67). Dalam tafsir Al Jalalain (hal. 505) disebutkan bahwa pertemanan tersebut dilandasi kemaksiatan di dunia, maka pada hari kiamat pertemanan akhirnya menjadi bermusuhan, yang tetap adalah pertemanan yang dilandasi karena Allah yaitu karena taat kepada-Nya, itulah pertemanan yang kekal abadi.

2- Cinta pada kebatilan dan pelaku kebatilan, serta benci pada kebenaran dan orang yang berada di atas kebenaran. Inilah sifat orang munafik.

Dikatakan sifat orang munafik karena nifak adalah menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran. Di antara sifat orang munafik adalah mencintai penganut kebatilan dan membenci penganut kebenaran. Jadi orang yang membenci orang yang berada di atas kebenaran, seperti para sahabat radhiyallahu ‘anhum, mereka itu munafik walau mereka menampakkan keislaman. Bahkan mereka yang mencaci sahabat ini adalah orang yang kafir.

3- Cinta tabi’at, yaitu cinta secara tabi’at atau fitrah. Seperti seseorang mencintai orang tua, istri, anak, kerabat dan teman dekatnya. Bahkan setiap orang punya kecenderungan mencintai orang yang berbuat baik padanya sekadar dengan kebaikan yang diberikan.

Cinta tabi’at ini asalnya adalah boleh selama tidak sampai melalaikan dari kecintaan pada Allah atau selama tidak menjerumuskan dalam keharaman. Kita dapat mengambil pelajaran dari firman Allah,

قُلْ إِنْ كَانَ آَبَاؤُكُمْ وَأَبْنَاؤُكُمْ وَإِخْوَانُكُمْ وَأَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَالٌ اقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَاكِنُ تَرْضَوْنَهَا أَحَبَّ إِلَيْكُمْ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ وَجِهَادٍ فِي سَبِيلِهِ فَتَرَبَّصُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ

“Katakanlah: “Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, isteri-isteri, kerabatmu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai dari Allah dan Rasul-Nya dan dari berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusan-Nya”. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik.” (QS. At Taubah: 24). Ancamannya sebagaimana disebutkan dalam akhir ayat yaitu jika sampai kecintaan pada Allah dan Rasul-Nya dikalahkan dengan kecintaan pada hal-hal yang disebutkan.

4- Cinta kepada wali Allah dan membenci musuh Allah.

Inilah kecintaan yang disebut dengan wala’ atau loyal, yaitu kecintaan dan kebenciannya didasari karena Allah, bukan karena kepentingan dunia, politik atau karena sama-sama satu bendera. Jika seseorang mencintai tauhid, maka ia harus mencintai pula ahli tauhid. Jika seseorang membenci syirik, maka ia harus membenci pula orang musyrik. Kecintaan dan kebencian di sini sekali lagi dilakukan karena Allah.

Moga Allah mudahkan untuk melanjutkan faedah surat Al Fatihah yang lainnya. Hanya Allah yang memberi taufik dan kekuatan.

refrensi :

Syarh Ba’du Fawaidh Surotil Fatihah, Syaikh Dr. Sholih bin Fauzan bin ‘Abdullah Al Fauzan, terbitan Dar Al Imam Ahmad.

Ayat selanjutnya dari surat Al Fatihah membicarakan mengenai rukun ibadah lainnya yaitu roja’ (harap) dan khouf (takut). Setelah faedah sebelumnya kita membahas rukun ibadah, mahabbah (cinta).

Ayat yang dimaksud dan merupakan kelanjutan dari tulisan sebelumnya adalah,

الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (3) مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ (4)

“Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai di Hari Pembalasan” (QS. Al Fatihah: 3-4)

Kandungan Rukun Ibadah dalam Al Fatihah

Ayat ‘arrahmanirrahim’ berisi kandungan roja’, yaitu mengharap rahmat Allah. Karena jika Allah itu Maha Pengasih, tentu akan diharap rahmat-Nya. Berarti ayat ini menetapkan rukun ibadah, yaitu roja’.

Sedangkan ayat selanjutnya ‘maaliki yaumiddin’ berisi kandungan khouf, yaitu takut pada Allah. Dan yang dimaksud dalam ayat tersebut adalah takut akan hari kiamat bagi hamba yang penuh dosa.

Sehingga dari tiga ayat yang telah kita bahas, ayat ‘alhamdulillahirrabbil ‘alamiin’ terdapat kandungan mahabbah (cinta), lalu ayat ‘arrahmanir rahiim’ terdapat kandungan roja’ (harap), sedangkan ayat ‘maaliki yaumiddin’ terdapat kandungan khouf (takut). Tiga hal ini dinamakan dengan pokok ibadah atau rukun ibadah. Setiap orang yang mau beribadah tidak bisa mencukupkan pada salah satunya, tetapi harus ketiga-tiganya.

Sesatnya Sufi, Murji’ah dan Khawarij

Dalam beribadah, tidak boleh hanya mencukupkan pada mahabbah (cinta) saja seperti yang dianut oleh kalangan Sufi. Mereka beribadah tidak dengan rasa takut dan harap. Mereka mengatakan, “Kami tidak beribadah pada Allah karena takut akan siksa-Nya atau mengharap surga-Nya. Kami beribadah kepada-Nya hanya karena kami mencintai-Nya.” Ini pemahaman yang jelas keliru. Karena para Rasul dan malaikat sebaik-baik makhluk, mereka tetap beribadah dengan rasa takut dan harap pada Allah.

Kita dapat melihat pada ayat,

إِنَّهُمْ كَانُوا يُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا وَكَانُوا لَنَا خَاشِعِينَ

“Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas (takut). Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu’ kepada Kami.” (QS. Al Anbiya’: 90).

Juga dalam ayat lainnya,

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ

“Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Tuhan mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmat-Nya dan takut akan azab-Nya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah suatu yang (harus) ditakuti.” (QS. Al Isra’: 57). Yang dimaksud dalam ayat ini -sebagaimana disebutkan dalam kitab tafsir- adalah ‘Uzair, ‘Isa dan Maryam (ibunya ‘Isa) di mana mereka bertiga disembah oleh orang musyrik dahulu. Padahal mereka sendiri mengharap rahmat Allah dan takut akan siksa-Nya. Lantas bagaimana bisa ‘Uzair, ‘Isa dan Maryam diibadahi bersama Allah?!

Ayat-ayat di atas dengan sangat jelas menerangkan bahwa ibadah mestilah berisi harap dan takut, yaitu roja’ dan khouf. Kerancuan dari kalangan sufi di atas telah diulas dalam tulisan di Rumaysho.com: Apakah Ikhlas Berarti Tidak Boleh Mengharap Pahala dan Surga?

Begitu pula ada yang beribadah pada Allah dengan sifat roja’ saja, merekalah Murji’ah. Mereka tidak punya rasa takut akan dosa dan maksiat. Murji’ah menganggap pula bahwa iman hanyalah cukup pembenaran dalam hati, atau ada kalangan Murji’ah yang berpendapat bahwa iman adalah pembenaran dalam hati dan ucapan dalam lisan. Bagaimana dengan amalan? Murji’ah tidak memasukkan amalan dalam definisi iman. Padahal yang jadi keyakinan yang benar, iman adalah perkataan, amalan dan keyakinan. Harus ada ketiga bagian ini, tidak cukup ada salah satunya saja.

Di sisi lain, ada pula yang beribadah pada Allah dengan sifat takut (khouf) saja. Inilah golongan Khowarij. Golongan ini hanya mengambil ayat-ayat yang bersifat ancaman saja, dan mereka tidak ambil peduli dengan berbagai dalil yang menunjukkan rahmat dan ampunan Allah.

Ketiga kelompok yang telah disebutkan di atas -yaitu Sufi, Mu’tazilah dan Khowarij-, mereka telah berlebihan dalam hal rukun ibadah. Padahal yang benar, kita harus beribadah dengan menggabungkan mahabbah (cinta), khouf (takut) dan roja’ (harap). Inilah iman yang sebenarnya.

dimensi

Entah kali ini apa yang aku tangkap tentang dimensi, tapi disana ada celah yang membungkam pikiran yang dibatasi sekat tipis yang tak nampak.. mungkin hanya prsepsiku saja tentang dimensi …
ini seperti pengertian yang bisa kutangkap ketika aku menatap mu dari jauh.. ketika tak bisa mendengar kabar dari mu.. dan mungkin tak bisa bertukar asa denganmu.. aku bisa menangkap prespsi dimensi sebagai suatu ruang yang membatasi tanpa harus ku tau ruang itu apa..kita bukan dalam satu dimensi tapi kita ada didalam satu frekuensi yang bisa menggambarkan ekspresi lewat gelombang hati.. mungkin memang kita berjarak tapi gelombang kita berdekatan dalam satu frekuensinya.. banyak pertanyaan muncul difikiran ketika asa tak lagi sampai kedalam ruang, sering ekspresi hati bertanya pada ruang yang tak bertekanan..

apakah kamu bisa menangkap dimensi yang aku presepsikan saat jauh melihat ke arahmu???

apakah kau bisa mengekspresikan hal yang sama untuk gelombang yang aku pancarkan, dan menangkapnya di dalam ruang mu itu??

bisakah kau rasakan kita ada di dimensi yang berbeda ketika kita sejenak lupa akan ruang yang kita punya??

mungkin ini hanya tahap menuju ke satu dimensi yang sama .. supaya kita bisa merasa bersama meski ada di ruang yang berbeda..

kamu ada

saat aku merasa patah dan tak mampu meneruskan langkah aku tau hanya kamu yang bisa menyemangati aku..

aku tau kamu bisa berjalan disamping aku..

aku tau kamu ada..

aku tau kamu selalu tersenyum dari jauh untuk tetapi membuat jiwa ini tegar ..

aku tau kamu selalu berusaha mengenggam tanganku meskipun tangan ini terasa amat jauh..

hari ini hatiku mulai beku dengan kegugupan pemikiran lingkungan ..

mereka terasa membuat nyaliku citu dan kerdil untuk bisa menjadi apa yang kau tangkap suatu saat nanti..

tapi aku tau kamu selalu memberi aku sebuah angin untuk tetap melaju…

apa kamu tau jika kamu selalu berusaha ada disampingku…

apa kamu tau jika suatu saat nanti kita akan bersatu..

 ya aku anggap mungkin..

menanti aku untuk waktu yang panjang tak akan membuat hati mu merasa bosan dengan aku..

frase kata yang dapat aku simpulkan saat ini adalah..

kamu ada

 

 

 

fisiolologi planaria

Klasifikasi platyhelmynthes ada 3 kelas, (Gegenbaur,1859) :

  1. Kelas Turbelaria
  2. Kelas Trematoda
  3. Kelas Cestoda

Karakateristik

Triplobastik, simetri bilateral, Aselomata.  Kelas Turbellaria, hidup bebas, untuk Trematoda dan Cestoda bersifat parasit.

Kelas Turbellaria

Contoh : Planaria sp

1.      Ciri umum

Hewan dari kelas Turbellaria memiliki tubuh bentuk tongkat atau bentuk rabdit (Yunani : rabdit = tongkat). Hewan ini biasanya hidup di air tawar yang jernih, air laut atau tempat lembab dan jarang sebagai parasit. Tubuh memiliki dua mata dan tanpa alat hisap.

Hewan ini mempunyai kemampuan yang besar untuk beregenerasi dengan cara memotong tubuhnya seperti tampak pada gambar 5 di atas. Contoh Turbellaria antara lain Planaria dengan ukuran tubuh kira-kira 0,5 – 1,0 cm dan Bipalium yang mempunyai panjang tubuh sampai 60 cm dan hanya keluar di malam hari.
Permukaan tubuh Planaria bersilia dan kira-kira di tengah mulut terdapat proboscis (tenggorok yang dapat ditonjolkan keluar) seperti pada gambar berikut.

  1.  2.      Habitat

Hidup bebas di perairan air tawar yang jernih dan tidak mengalir, biasanya di tempat-tempat yang teduh( batuan, bawah daun yang jatuh)

  1. Struktur tubuh

Tubuh pipih dorsoventral, kepala berbentuk segitiga memiliki  tonjolan 2 keping disisi lateral (aurikel), ekor meruncing. Panjang tubuh ± 5-25 mm, tubuh bagian dorsal lebih berwarna gelap dari pada ventral. Pada tengah dorsal kepala ada bintik mata (fungsinya membedakan cahaya gelap dan terang). Lubang mulut terletak di tengah bagian ventral perut ke arah ekor.

Lubang mulut berhubungan dengan kerongkongan dengan dinding terdapat otot daging sirkular dan longitudinal. Kerongkongannya bisa ditarik dan dijulurkan. Kerongkongan dalam keadaan menjulur (proboscis). Pada sepanjang pinggiran tubuh bagian ventral terdapat “zona adesif” penghasil lendir (untuk melekatkan diri ke permukaan yang ditempeli). Bagian ventral ditutupi rambut-rambut getar halus sebagai alat gerak.

  1. Sistem pencernaan makanan

Makanannya berupa bangkai hewan atau hewan kecil lainnya. Alat pencernaannya terdiri dari 1. Mulut 2. Faring 3. Esofagus 4. Usus halus (intestine). Lubang mulut dilanjutakan oleh kantung silindris memanjang dan disebut rongga mukut ( rongga faringeal). Esofagus merupakan persambungan dari faring yang langsung bermuara ke usus. Usus bercabang tiga ), satu menuju ke anterior, yang dua secara berjajar bersebelahan menuju ke posterior. masing-masing bercabang lagi ke arah lateral yang buntu (diventrikulata/diventrikulum). Faring masing-masing terletak dalam sarung otot, probosis (faring) dapat keluar melalui mulut dan di belakang mulut terdapat porus genital. Planaria sebagian besar karnivora. Pada faring yang berotot tebal yang dapat dijulurkan berfungsi sebagai penangkap mangsa kecil seperti Dafnia, cacing lainnya ataupun bangkai.planaria memiliki kemoreseptor pada sisi kanan dan kiri anterior, sehingga memungkinkan untuk bereaksi terhadap zat makanannya yang berupa rangsangan zat protein. Jika mangsanya tersentuh maka ujung anterior akan berbelok dengan cepat kearah mangsa dan kemudian akan melingkarinya. Dengan lendir di ekskresikan oleh kelnjar mukosa dan “ rhabdites” mangsa dapat diikat erat. Kemudian faring ditonjolkan  keluar untuk mengambil mangsa dan segera di tarik kembali kedalam rongga mulut bersama-sama mangsa tersebut.

Pencernaan pada planaria terjadi di dalam sel (interseluler) dan diluar sel (ekstraseluler).untuk pencernaan dalam sel terjadi dengan pertolongan vakuola makanan  yang berupa rongga untuk mencerna makanan. Untuk pencernaan luar sel dibantu oleh enzim yang dibentuk usus . cara menagkap mangsanya pertama-tama makanan ditangkap oleh probiosis kemudian diselaputi lendir ( lendir yang diproduksi oleh kelejar lendir) atau cairan pencernaan yang ditempatakan disekitar makanan, makanan yang larut kemudian diserap usus. Makanan di cerna secara ekstraseluler, kemudian sel-sel tertentu pada epitel usus dapat membentuk pseudopodia dan mencerna makananannya / mangsanya di dalam vakuola makanan (pencernaan intraseluler). Sari-sari makanan di serap (absorpsi) dan secara difusi masuk keseluruh jaringan tubuh. Planaria tidak memiliki anus pada saluran pencernaan makanan sehingga buangan / sisa makanan yang tidak dicerna di keluarkan kembali dari usus melalui mulut. Jika persediaan makanannya habis atau tidak ada maka ia akan memakan tubuhnya sendiri. Dan organ pertama yang dikorbankan adalah organ bagian reproduktif, kemudaian sel-sel parenkim, otot dan seterusnya sehingga tubuhnya berukuran kecil. Dan planaria ini dapat meregenerasikan sel-selnya yang sudah hilang (rusak) atau termakan oleh dirinya sendiri ketika ia telah menemukan makanan kembali.

  1. Sistem ekskresi

Sistem ekskresinya terdiri atas sepasang saluran longitudinal yang berbentuk seperti jala  yang terletak di seluruh tubuh , yang mana pada ujung cabang-cabang yang halus itu ujungnya membesar yang kita sebut sel api atau flame sel (protonephridia) . Sel api mengandung silia yaitu rambut getar yang didalamnya membetuk seperti api dan  berfungsi mendorong air dan sisa metabolisme masuk kedalam saluran ekskresi . limbah sisa secara difusi masuk kedalam sel api, menuju ke ruang tengah yang bersilium dan bermuara dalam tabung-tabung . Karena gerakan silium makan limbah akan terdorong keluar melalui pori-pori ekskresi. pengeluaran sisa metabolisme berlangsung selain melalui saluran eksresi , juga melalui lapisan gastrodermis.

  1. Sistem respirasi

Belum memiliki organ respirasi khusus sehingga pertukaran gas berlangsung secara difusi melalui seluruh permukaan tubuhnya.

  1. Sistem saraf

Sistem saraf (tangga tali), terdiri dari ganglion serebral terletak di bagian kepala dan berfungsi sebagai otak. Pada planaria terdapat otak yang terdiri dari dua lobus, dari otak keluarlah 2 tali saraf yang menuju kearah belakang dalam mesenkim bagian ventral, yang disebut tali saraf longitudinal. Dari saraf longitudinal keluarlah cabang-cabang saraf lateral ke tepi badan. Kedua tali saraf itu saling berhubungan karena adanya saraf transversal, sehingga bentuknya seperti tangga. Dari otak (ganglion serebral) keluar pula saraf-saraf ke bagian depan kepala.

Otak pada planaria ini tidak dibutuhkan untuk koordinasi kontraksi badan karena pada penelitian ketika otaknya diambil tetapi masih terlihat adanya pergerakan, kontraksi otot. Tetapi di temukan jika otak dapat berfungsi untuk menyelenggarakan pergantian sensori yang menerima stimulus dari indera ke bagian lain.

Sel-sel sensori

Terdapat pada permukaan tubuh di dalam sel-sel epitel, dan ujungnya lancip serta berhubungan dengan dunia luar. Terdapat bermacam-macam sifat antara lain peka terhadap suhu, bahan kimia serta lainnya. Di kepala, sel-sel indera terkonsentrasi membentuk indera.

Lobus sensori

Berupa penjuluran ke setiap sisi kepala, sensitif pada perabaan, aliran air, makanan, dan bahan makanan. Mata indera peka terhadap pencahayaan. Masing-masing terdiri dari mangkuk pigmen hitam, penuh dengan sel-sel sensori khusus, dengan ujung berupa saraf masuk kedalam otak. Pigmen melindungi sel-sel sensori.  mata sensitif terhadap cahaya yang datang  ujung yang terbuka dari mangkuk pigmen.

  1. Alat Indera

Alat indera pada planaria adalah bintik mata dan indera aurikel yang keduanya terletak di bagain kepala. Bintik mata berupa titik hitam yang terletak dibagaian dorsal kepala. Masing-masing bintik mata terdiri dari sel pigmen yang mana tersusun dalam bentuk mangkok yang yang dilengkapi dengan sel-sel syaraf sensoris yang sensitif pada cahaya atau sinar. Bintik mata hanya bisa membedakan warna gelap dan terang saja.

Planaria bersifat photonegatif. Dari kenyataan bila planaria terkena cahaya salah satu sisinya maka cacing tersebut segera bergerak menjauhi cahaya.  Aurikel merupakan indera rasa , bau dan sentuhan. Jika aurikelnya tidak berfungsi maka hewan tersebut tidak dapat mengetahui jenis makanan kesukaannya.

  1. Sistem reproduksi

Reproduksi pada cacing pipih seperti Planaria dapat secara aseksual dan secara seksual. Reproduksi aseksual (vegetatif) dengan regenerasi yakni memutuskan bagian tubuh. Sedangkan reproduksi seksual (generatif) dengan peleburan dua sel kelamin pada hewan yang bersifat hemafrodit. Sistem reproduksi seksual pada Planaria terdiri atas sistem reproduksi betina meliputi ovum, saluran ovum, kelenjar kuning telur. Sedangkan reproduksi jantan terdiri atas testis, pori genital dan penis. Perhatikan gambar sistem reproduksi Planaria.

Planaria bersifat hemaprodit , yang bisa memiliki kelamin jantan dan betina. Untuk organ kelamin terdiri atas :

  1. Testis (berjumlah ratusan, berbentuk bulat tersebar disepanjang sisi kedua tubuh)
  2. Vasa eferensia (pembuluh berjumlah dua buah yang masing-masing membentang pada setiap sisi tubuh yang keduanya bertemu dan bermuara pada kantung yang disebut vesiculus seminalis ( ruang yang fungsinya menampung dan menyalurkan sperma menuju penis
  3. Penis ( alat kopulasi pada perkawinan silang dengan palnaria lain ke ruang genitalis).
  4. Ruang genitalis

Organ kelamin betina terdiri atas :

  1. Ovari, dua buah, berbentuk bulat dibagian anterior tubuh .
  2.  Oviduck (saluran telur), tiap ovarium akan menuju ke arah posterior sebuah saluran yang kita kenal adalah oviduct,antara saluran yang kiri dan kanan bersejajar yang masing-masing dilengkapi dengan kelenjar yang menghasilkan kuning telur.
  3. Kelenjar kuning telur (yolk gland), menghasilkan kuning telur untuk sel telur bila telah diproduksi oleh ovarium.
  4. Vagina , saluran spermatozoid dari planaria lain yang kemudian spermatozoid akan disimpan dalam ruangan receptaculus seminalis.
  5. Uterus (receptaculus seminalis), ruangan yang menggelembung untuk menyimpan spermatozoid planaria lain.
  6. Genital atrium(ruang genital), muara bersama antara dua oviduct

Reproduksi aseksual pada planaria ;

 

Gambar  Reproduksi aseksual Planaria

A. Terpotong secara alami
B. Dibelah dua
C. Dibelah tiga

Daya regenerasi pada planaria sangat baik bila hewan ini dipotong  menjadi 2 bagian, maka bagian depan akan tumbuh ekor baru dan bagian posterior akan tumbuh kepala baru. Sehingga dapat membentuk 2 individu baru (fragmentasi). Potongan-potongan lain juga dapat membentuk individu baru dengan membentuk ekor atau kepala baru. Bila dalam keadaan lapar tak ada makanan maka dapat memakan organ tubuhnya sendiri dari organ reproduksi, parenkim, usus , otot sehingga menjadi kecil ukurannya, setelah menemukan makanan maka organ-organ yang termakan akan beregenerasi .

Gradien antero-posterior

Planaria memiliki gradien as dari depan ke belakang, proses metabolisme terjadi dari ujung anterior menuju ke posterior. Misalkan : jika planaria terpotong menjadi 4 bagian , maka bagian kepala akan menghabiskan O2 dan memberikan CO2 lebih banyak dari bagian lainnya.

 

Glosarium

 

  • Dorsal                          : sebutan permukaan yang menjauhi sumbu (permukaan sisi bawah).
  • Ventral                                    : permukaan bawah atau sisi perut organ tubuh hewan, permukaan dalam atau yang mendekati sumbu (sisi atas) pada tumbuhan.
  • Aurikel                        : merupakan indera rasa,bau dan sentuhan
  • Proboscis                     : Kerongkongan dalam keadaan menjulur keluar
  • Anterior                       : Bagian depan atau kepala
  • Posterior                      : Posisi yang menyatakan terletak dibelakang atau belakang sumbu tubuh
  • Diventrikulum             : suatu tabung atau kantung dengan ujung yang buntu,  sebagai percabangan dari suatu saluran atau rongga
  • Vakuola                       : ruangan di dalam sitoplasma (cairan sel) yang berisi cairan yang isotonik (konsentrasi sama) dengan sitoplasma dan dikelilingi satu selaput
  • Pseudopoda                : organ yang menyerupai kaki (kaki semu)
  • Parenkim                     : Jaringan tak terspesialisasi yang umumnya terdiri dari sel isodiametris berdinding tipis tak berlignin dan bersi protoplasma.
  • Protonephridia                        :
  • Gradien
  • Ganglion serebral
  • Bintik mata
  • Photonegatif
  • Hemaprodit
  • Fragmentasi

 

Yusuf Mansur Network ·

( RAMADHAN ) MALAM-MALAM IBADAH – Ingat, diskon besar-besaran ini hanya ada di Bulan Ramadhan. Maka siang malam kita harus berupaya untuk mendapatkannya dengan penuh kesungguhan. Siang hari mungkin sebagian besar dari kita sudah harus sibuk dengan berbagai macam jenis pekerjaan. Maka malam kita tidak boleh berhenti, apalagi sekedar mengisinya dengan tidur yang berlebihan, ngobrol kesana-kemari, atau hanya menonton tv. Tentu akan sangat merugi jika malam-malam Ramadhan kita lalui dengan sekedar seperti itu. Sebab di malam hari, terutama di Bulan Ramadhan, terdapat banyak sekali keutamaan bagi mata yang mau begadang.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam; “Ada dua mata yang tidak akan tersentuh api neraka. Mata yang menangis karena takut kepada Allah. Dan mata yang begadang berjaga dalam jihad fii sabilillah.” (HR At-Tirmidzi).

Sebagaimana jamak dipahami bahwa Ramadhan adalah bulan penuh ampunan, maka perbanyaklah menangis di malam hari dengan keikhlasan untuk mendapat ampunan dari-Nya. Sebuah hadits menjelaskan bahwa air mata dari tangisan karena memohon ampun kepada Allah bisa memadamkan api neraka.

Bagaimana kalau ternyata kita sulit menangis di malam hari? Perbanyakah mengingat Allah dengan dzikir, menyebut-nyebut keagungan-Nya dan ingat-ingatlah dosa yang telah kita perbuat, serta bayangkanlah dalam diri dahsyatnya hari kiamat. Dengan kebeningan niscaya semua itu akan mengundang kesedihan dan ketakutan luar biasa dalam hati.

Jika itu semua juga tidak mampu menggoncangkan jiwa dan hati kita untuk takut atas kedahsyatan hari kiamat. Maka lihatlah saudara-saudara kita yang sedang dilanda bencana peperangan dan kelaparan. Setiap hari mereka menahan lapar, sementara kita hidup senang diliputi berbagai kenikmatan.

Rasulullah menangis bukan karena dosa-dosanya, tetapi karena rasa syukurnya yang luar biasa, sehingga terasalah kehinaan diri, ketidak-berdayaan diri, sehingga muncul rasa syukur yang amat
dahsyat. Selain itu beliau juga mengalami sedih yang luar biasa ketika melihat ummatnya dalam kesengsaraan. Hal itulah yang menyebabkan beliau lebih banyak menangis daripada tertawa terbahak-bahak. Inilah yang diteladani oleh seorang Abdullah bin Umar, ia berkata: “Aku menangis karena takut kepada Allah lebih aku sukai dari pada aku berinfak sebesar seribu dinar”.

Hadits yang lain menjelaskan bahwa; “Tidak ada sesuatu yang lebih Allah sukai selain dua tetes dan dua jejak, tetesan air mata karena takut kepada Allah, da tetesan darah yang mengalir di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi).

Ibnu Mas’ud ra, juga meriwayatkan dari Rasulullah saw bahwa beliau bersabda, “Setiap mukmin yang meneteskan air mata karena takut kepada Allah walau hanya sekecil kepala seekor lalat, lalu air matanya itu membasahi pipinya niscaya Allah haramkan neraka untuk menyentuhnya.” (HR.Ibnu Majah).

Malam hari adalah waktu yang paling tepat untuk kita mengasah hati ini memahami semua hal penting di atas yang selama ini mungkin sering kita abaikan atau tidak kita pedulikan. Padahal hanya dengan banyak memohon ampunan kepada Allah sambil meneteskan air mata, kita akan merasakan nikmat hidup yang sesungguhnya.

ciri-ciri khusus mahluk hidup.

Image

apa sih adaptasi itu ??? mungkin banyak yang sudah mengetahui apa itu adaptasi, adaptasi adalah proses penyesuaian diri mahluk hidup untuk survive atau mempertahankan dirinya dengan lingkungannya. adaptasi sendiri ada tiga macam bentuk yaitu berdasarkan tingkah laku, berdasarkan morfologi bentuk tubuh, dan berdasarkan fisiologi fungsi organ tubuh.  kita masuk kedalam ciri-ciri umum mahluk hidup yaitu bernafas, bergerak, berkembang biak, butuh makanan, menanggapi rangsang dan banyak lainnya itu adalah ciri mahluk hidup secara umum. mahluk hidup ada hewan, tumbuhan , manusia dan sebagainya . untuk mempertahankan diri mahluk hidup memiliki ciri-ciri khusus yaitu;

untuk hewan :

1. kelelawar, mungkin kita sering melihat kelelawar ya kelelawar adalah mahluk nokturnal yang keluarnya pada malam hari, kenapa hayoo?? bahkan ia kadang-kadang orang yang beranggapan mistis mengatakan jika ia adalah moyangnya vampire (mahluk penghisap darah dalam cerita dongeng ) hhehe alasannya bukan itu loh temen-temen kelelawar itu memiliki kulit yang sangat tipis sehingga pada saat siang hari atau adanya panas matahari maka ia akan mudah mengalami dehidrasi (kehilangan cairan tubuh) hal itu bisa terjadi dengan cepat makannya siang hari ia lebih banyak tidur didalam gua-gua atau tempat-tempat yang teduh , lembab dan gelap. kelelawar ini juga tidur dalam keadaan menggantung kaki-kakinya mencekram kuat di dahan tempat ia bergantung terbalik dengan posisi kaki diatas kepala dibawah. kelelawar ini biasanya tidak punya pengelihatan yang baik sama dengan indra penciumannya tetapi kelelawar bisa melihat dimalam hari karena kemampuannya menangkap pantulan gelombang ultrasonik yang berasala dara moncong hidung/mulutnya. sungguh menarik ketika ia ingin mendeteksi mana makanannya dan mana bahaya melawati pantulan gelombang terhadap benda disekitarnya yang ditangkap dengan telinganya yang lebar dimana ini merupakan salah satu kemampuannya dalam ekolokasi yaitu mengetahui letak bahaya dan makanan dari pantulan gelombang ultarsonik yang ia miliki. kalelawar ini biasanya makan serangga dan ada juga yang makan buah si hhehe..

2. cicak nah kita sudah tidak asing lagi ini untuk mendengarkan ciri khusus pada cicak, cicak itu salah satu hewan yang melata .. dia memakan serangga seperti nyamuk, cicak hidupnya menempel di dinding ,,, hhehe ada yang tahu tidak apa yang bisa menyebabkan cicak tidak terjatuh saat menempel di dinding ??? hayoo .. begini temen-temen ternyata menurut buku yang pernah saya baca cicak itu memiliki bulu-bulu halus pada ujung telapak bawah kakinya yang mana mengelurakan gaya van der wals atau tekanan 1 atm pada permukaan dinding sehingga ia akan tetap menempel dan tidak terjatuh, bulu-bulu cicak ini tingginya sekitar 30 mikrometer loh temen-temen sangat kecil kan tetapi sangat kuat. untuk menghindari dirinya dari musuh ia juga  bisa melepaskan ekornya itu teman-teman jika ada keadaan bahaya dan ia panik , kasian ya buntutnya akan mengalihkan perhatian lawan sedang dia kabuuurrrr.. hhehe tapi ekornya akan tumbuh lagi ko tenang saja yya itu yang disebut dengan kemampuan autotomi (melepaskan buntut/ekornya). untuk selanjutnya ia mempunyai lidah yang sangat panjang dan otot yang cepat untuk menangkap nyamuk.

3. ada yang namanya unta nih hhehe.. unta ini merupakan hewan kuno loh alias lampau yang mana zaman Nabi Muhammad SAW sudah ada. unta ini punya kemampuan adaptasi yang sangat kuat. dimulai dari bentuk punuk /punggung unta yang seperti gunung, wah apa sih itu?? hhehe punuk unta itu menyimpan lemak yang sangat banyak yang mana bisa dirubah menjadi air loh pada metabolisme tubuhnya, selain itu unta memiliki 2 lapis bulu mata yang digunakan untuk melindungi mata dari pasir gurun , hidungnya memiliki penutup yang mana mampu membantu mengurangi penguapan dan pasir yang masuk . kakinya memiliki telapak yang di desain khusus membelah dua dengan lapisan kulit yang keras dan tebal dibagian bawah untuk melindungi panasnya pasir gurun dan juga sebagai penunjang ia berpijak, ia mampu berpijak di berbagai bentuk tanah. bulunya yang tebal mampu melindunginya dari panas yang berlebih pada siang hari dan dingin yang mencekam dimalam hari dan dimusim dingin. lidahnya yang berlendir sangat banyak mampu menguranginya dari kehausan. nah itu sekilas dari 3 jenis hewan yang perlu kita ketahui ya, Allah SWT Maha Sempurna Dan Kuasa ciptaanNYA tidak ada yang mampu menandinginya..

selanjutnya untuk Tumbuhan, tadi kita telah membahas 3 jenis hewan nah sekarang tumbuhan

1. dimulai dari Kaktus, mungkin ada yang pernah mendengar kaktus seperti apa . ya ia adalah tumbuhan yang hidup pada dareah yang kering dan tandus adapatasinya ada pada batangnya yang sangat tebal mengandung cadangan air yang dilapaisi zat lilin yang mana mengurangi penguapan air, lalu modifikasi daun yang berubah menjadi duri, itu dimaksudkan sama yaitu mengurangi penguapan. untuk akar kaktus sendiri menujam kebawah sampai kedalam untuk mencari air.

2. teratai , ada yang tahu tentang teratai yang tumbuhan yang satu ini dikelompokkan kedalam tanaman hydrofit yaitu tumbuh diatas air. teratai ini memiliki daun yang sangat-sangat lebar dan bunga yang sangat indah. daun teratai ini fungsinya sebagai tempat fotosintesis, sedangankan akrnya berada diatas fungsinya untuk mengambil udara ataupun mengeluarkan udara pada teratai itu sendiri.

3. bunga bangkai atau Raflessia Arnoldi yaitu tanaman langka dan endemik ukuran tingginya sangat super , bunga tanpa batang yang nampak dan daunnya seperti apa ini berukuran raksasa. baunya tercium menyeruak seperti bangkai warnanya begitu indah dan memikat para serangga karena bunga bangkai ini juga merupakan bunga insektium pemakan serangga.

4. kantong semar , hmm ada yang tau ngga bentuknya seperti apa hhehe kantong semar ini seperti tanaman venus yaitu sama-sama pemakan serangga bedanya kantong semar itu di dekat daunnya seperti kantong, yang mana di dalamnya terdapat cairan untuk mencerna serangga yang kita kenal sebagai enzim.

sebenarnya masih banyak lagi cuma temen-temen bisa melihat dari sumber lainnya ya🙂 Syukron yya kawan-kawan

meningitis

Penyakit Meningitis

Meningitis adalah peradangan yang terjadi pada meninges, yaitu membrane atau selaput yang melapisi otak dan syaraf tunjang. Meningitis dapat disebabkan berbagai organisme seperti virus, bakteri ataupun jamur yang menyebar masuk kedalam darah dan berpindah kedalam cairan otak.

Pasien yang diduga mengalami Meningitis haruslah dilakukan suatu pemeriksaan yang akurat, baik itu disebabkan virus, bakteri ataupun jamur. Hal ini diperlukan untuk spesifikasi pengobatannya, karena masing-masing akan mendapatkan therapy sesuai penyebabnya.

  • Penyebab Penyakit Meningitis
    Meningitis yang disebabkan oleh virus umumnya tidak berbahaya, akan pulih tanpa pengobatan dan perawatan yang spesifik. Namun Meningitis disebabkan oleh bakteri bisa mengakibatkan kondisi serius, misalnya kerusakan otak, hilangnya pendengaran, kurangnya kemampuan belajar, bahkan bisa menyebabkan kematian. Sedangkan Meningitis disebabkan oleh jamur sangat jarang, jenis ini umumnya diderita orang yang mengalami kerusakan immun (daya tahan tubuh) seperti pada penderita AIDS.

    Bakteri yang dapat mengakibatkan serangan meningitis diantaranya :
    1. Streptococcus pneumoniae (pneumococcus).
    Bakteri ini yang paling umum menyebabkan meningitis pada bayi ataupun anak-anak. Jenis bakteri ini juga yang bisa menyebabkan infeksi pneumonia, telinga dan rongga hidung (sinus).

    2. Neisseria meningitidis (meningococcus).
    Bakteri ini merupakan penyebab kedua terbanyak setelah Streptococcus pneumoniae, Meningitis terjadi akibat adanya infeksi pada saluran nafas bagian atas yang kemudian bakterinya masuk kedalam peredaran darah.

    3. Haemophilus influenzae (haemophilus).
    Haemophilus influenzae type b (Hib) adalah jenis bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis. Jenis virus ini sebagai penyebabnya infeksi pernafasan bagian atas, telinga bagian dalam dan sinusitis. Pemberian vaksin (Hib vaccine) telah membuktikan terjadinya angka penurunan pada kasus meningitis yang disebabkan bakteri jenis ini.

    4. Listeria monocytogenes (listeria).
    Ini merupakan salah satu jenis bakteri yang juga bisa menyebabkan meningitis. Bakteri ini dapat ditemukan dibanyak tempat, dalam debu dan dalam makanan yang terkontaminasi. Makanan ini biasanya yang berjenis keju, hot dog dan daging sandwich yang mana bakteri ini berasal dari hewan lokal (peliharaan).

    5. Bakteri lainnya yang juga dapat menyebabkan meningitis adalah Staphylococcus aureus dan Mycobacterium tuberculosis.

  • Tanda dan Gejala Penyakit Meningitis
    Gejala yang khas dan umum ditampakkan oleh penderita meningitis diatas umur 2 tahun adalah demam, sakit kepala dan kekakuan otot leher yang berlangsung berjam-jam atau dirasakan sampai 2 hari. Tanda dan gejala lainnya adalah photophobia (takut/menghindari sorotan cahaya terang), phonophobia (takut/terganggu dengan suara yang keras), mual, muntah, sering tampak kebingungan, kesusahan untuk bangun dari tidur, bahkan tak sadarkan diri.

    Pada bayi gejala dan tanda penyakit meningitis mungkin sangatlah sulit diketahui, namun umumnya bayi akan tampak lemah dan pendiam (tidak aktif), gemetaran, muntah dan enggan menyusui.

  • Penanganan dan Pengobatan Penyakit Meningitis
    Apabila ada tanda-tanda dan gejala seperti di atas, maka secepatnya penderita dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan pelayan kesehatan yang intensif. Pemeriksaan fisik, pemeriksaan labratorium yang meliputi test darah (elektrolite, fungsi hati dan ginjal, serta darah lengkap), dan pemeriksaan X-ray (rontgen) paru akan membantu tim dokter dalam mendiagnosa penyakit. Sedangkan pemeriksaan yang sangat penting apabila penderita telah diduga meningitis adalah pemeriksaan Lumbar puncture (pemeriksaan cairan selaput otak).

    Jika berdasarkan pemeriksaan penderita didiagnosa sebagai meningitis, maka pemberian antibiotik secara Infus (intravenous) adalah langkah yang baik untuk menjamin kesembuhan serta mengurang atau menghindari resiko komplikasi. Antibiotik yang diberikan kepada penderita tergantung dari jenis bakteri yang ditemukan.

    Adapun beberapa antibiotik yang sering diresepkan oleh dokter pada kasus meningitis yang disebabkan oleh bakteri Streptococcus pneumoniae dan Neisseria meningitidis antara lain Cephalosporin (ceftriaxone atau cefotaxime). Sedangkan meningitis yang disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes akan diberikan Ampicillin, Vancomycin dan Carbapenem (meropenem), Chloramphenicol atau Ceftriaxone.

    Treatment atau therapy lainnya adalah yang mengarah kepada gejala yang timbul, misalnya sakit kepala dan demam (paracetamol), shock dan kejang (diazepam) dan lain sebagainya.

  • Pencegahan Tertularnya Penyakit Meningitis
    Meningitis yang disebabkan oleh virus dapat ditularkan melalui batuk, bersin, ciuman, sharing makan 1 sendok, pemakaian sikat gigi bersama dan merokok bergantian dalam satu batangnya. Maka bagi anda yang mengetahui rekan atau disekeliling ada yang mengalami meningitis jenis ini haruslah berhati-hati. Mancuci tangan yang bersih sebelum makan dan setelah ketoilet umum, memegang hewan peliharaan. Menjaga stamina (daya tahan) tubuh dengan makan bergizi dan berolahraga yang teratur adalah sangat baik menghindari berbagai macam penyakit.

    Pemberian Imunisasi vaksin (vaccine) Meningitis merupakan tindakan yang tepat terutama didaerah yang diketahui rentan terkena wabah meningitis, adapun vaccine yang telah dikenal sebagai pencegahan terhadap meningitis diantaranya adalah ;
    – Haemophilus influenzae type b (Hib)
    – Pneumococcal conjugate vaccine (PCV7)
    – Pneumococcal polysaccharide vaccine (PPV)
    – Meningococcal conjugate vaccine (MCV4)

teori masuknya islam ke indonesia

  1. A.    Teori Asal Masuknya Islam Ke Indonesia

Masuknya islam ke indonesia menimbulkan beberapa teori yang di kemukakan oleh para ahli. Martin van bruinessen mengatakan bahwa, cara berlangsungnya perpindahan agama di Indonesia tidak terdokumentasikan dengan baik, sehingga menimbulkan banyak spekulasi di kalangan para ilmuwan dan kadang- kadang menimbulkan perdebatan yang sengit[1].

            Teori- teori tentang kedatangan islam ke indonesia didukung oleh sejumlah argumen dan bukti- bukti. Dalam uraian dibawah ini di kemukakan tiga teori seperti yang di kemukakan Azyumardi Azra dalam jaringan ulama (1994)[2].

            Pertama, teori yang menyatakan bahwa islam langsung dari Arab, atau tepatnya Hadramaut.teori ini dikemukakan oleh Crawfud(1920), Keyzer(1859), Nieman (1861), De Hollander(1861), dan Veth(1878). Crawfud menyatakan bahwa islam datang langsung dari Arab. Keyzer beranggapan bahwa islam datang dari mesir yang bermahzab Syafi’i, sama seperti yang dianut kaum muslimin Indonesia umumnya. Teori ini juga dipegang oleh Nielman dan De Hollander, tetapi dengan Hadramaut, bukan Mesir, sebagai sumber datangnya islam, sebab muslim hadramaut adalah pengikut Mahzab Syafi’i seperti juga kaum Muslimin di indonesia. Sedangkan Veth hanya “orang- orang Arab”, tanpa menunjuk asal mereka di Timur Tengah maupun kaitannyadengan Hadramaut, Mesir, atau India. Teori semacam ini juga diajukan hamka dalam seminar”Sejarah masuknya islam di indonesia “ pada tahun 1962. Menurutnya Islam Masuk ke Indonesia langsung dari Arab, bukan melalui India, dan bukan pula pada abad 11, melainkan pada abad pertama hijriyah bertepatan dengan abad ke-7 masehi[3].

            Kedua, teori yang menyatakan bahwa Islam di Indonesia dari India dikemukakan pertama kali oleh Pijnapel tahun 1872 berdasarkan terjemahan perancis tentang catatan perjalanan Sulaeman, Marcopolo dan ibnu Battuta, ia menyimpulkan bahwa orang – orang Arab yang bermahzab Syafi’i berasal dari Gujarat dan Malabar di India yang membawa Islam ke Asia tenggara. Dia mendukung teorinya itu dengan mengatakan bahwa melalui perdagangan amat memungkinkan terselenggaranya hubungan antara kedua wilayah ini ditambah lagi dengan umumya istilah- istilah persia digunakan oleh masyarakat kota- kota pelabuhan Nusantara. Teori ini lebih lanjut di kembangkan oleh snouck hurgronje yang melihat para pedagang kota pelabuahan Dakka di India Selatan sebagai pembawa Islam ke wilayah baru ini.

            Teori snouck ini lebih lanjut di kembangkan oleh Morrison pada tahun 1951. Dengan menunjuk tempat yang pasti di india, Ia menyatakan dari sanalah islam datang ke Nusantara ( Indonesia).

            Menurut Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [4], hubungan islam di nusantara ( Indonesia) dengan gujarat ditandai oleh adanya kesamaan makam wali Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang baik jenis maupun bentuk huruf serta bentuk bangunan secara keseluruhan menunjukan kesamaan dengan makam di samudera pasai. Bahkan kedua makam tersebut memiliki kesamaan dengan makam di Cambay Gujarat. Dari data ini disimpulakan bahwa Islam ke Nusantara (Indonesia) berasal dari gujarat.

            Ketiga, teori yang menyatak bahwa Islam datang dari Benggali ( kini Bangladesh) dikembangkan oleh fatiumi. Dia mengutip keterangan Tome Pires yang mengungkapkan bahwa kebanyakan orang terkemuka di pasai adalah orang- orang Benggali atau keturunan mereka. Dan Islam muncul pertama kali di semenanjung Malaya, dari arah pantai timur buakan barata (Malaka), pada abad 11 melalui Kanton , phanrang ( Vietnam, Leran, dan Trengganu. Ia beralasan bahwa secara doktrin, Islam di Semenanjung lebih sama dengan Islam di Phanrang; elemen- elemen parasasti di Trengganu juga lebih mirip dengan prasasti yang di temukan di Leran.

            Drewes yang mempertahankan teori Snouck menyatakan bahwa teori Fatimi ini tidak bias diterima, terutama karena penafsirannya atas prasasti yang ada dinilai merupakaan “ perkiraan liar belaka”. Lagi pula yang mahzab yang dominana di Benggala adalah mahzab Hanafi, bukan mahzab Syafi’i seperti di semenanjung Nusantara secara keseluruhan[5].

            Keempat, muncul satu lagi teori yang menyatakan bahwa Islam datang dari Cina. Toeri ini di kemukakan oleh Emanuel Godinho de Eradie, seorang ilmuwan Spanyol yang menulis tahun 1613. Ia mengatakan, “ sesungguhnya akidah Muhammad telah diterima di Pantani dan Pam di Pantai Timur, kemudian di terima dan di kembangkan oleh permaisuri ( yaitu parameswara ) di tahun 1411 M [6].

 

 

 


[1] Mertin van Bruinessen, kitab kuning, pesantren dan tarekat, bandung: Mizan, 1995,hlm.

[2] Azyumardi Azra, jaringan ulama timur tengah dan indonesia, bandung: Mizan, 1994,html.

[3] Ibd.,hlm.31.

[4] Ensiklopedi Tematis Dunia Islam,Asia Tenggara, Jakarta : Ikhtiar Baru Van Hoeve, 2003, hlm. 13-14

[5] Ibd.,hlm.32

[6] Wan Husein Azmi,”Islam di Aceh, Masuk dan berkembangnya hingga Abad XVI’’, dalam A. Hasymi, Sejarah Masuk dan berkembangnya islam di Indonesia, Bandung: PT Alma’arif,1993,hlm.180-181.