teori masuknya islam ke indonesia

  1. A.    Teori Asal Masuknya Islam Ke Indonesia

Masuknya islam ke indonesia menimbulkan beberapa teori yang di kemukakan oleh para ahli. Martin van bruinessen mengatakan bahwa, cara berlangsungnya perpindahan agama di Indonesia tidak terdokumentasikan dengan baik, sehingga menimbulkan banyak spekulasi di kalangan para ilmuwan dan kadang- kadang menimbulkan perdebatan yang sengit[1].

            Teori- teori tentang kedatangan islam ke indonesia didukung oleh sejumlah argumen dan bukti- bukti. Dalam uraian dibawah ini di kemukakan tiga teori seperti yang di kemukakan Azyumardi Azra dalam jaringan ulama (1994)[2].

            Pertama, teori yang menyatakan bahwa islam langsung dari Arab, atau tepatnya Hadramaut.teori ini dikemukakan oleh Crawfud(1920), Keyzer(1859), Nieman (1861), De Hollander(1861), dan Veth(1878). Crawfud menyatakan bahwa islam datang langsung dari Arab. Keyzer beranggapan bahwa islam datang dari mesir yang bermahzab Syafi’i, sama seperti yang dianut kaum muslimin Indonesia umumnya. Teori ini juga dipegang oleh Nielman dan De Hollander, tetapi dengan Hadramaut, bukan Mesir, sebagai sumber datangnya islam, sebab muslim hadramaut adalah pengikut Mahzab Syafi’i seperti juga kaum Muslimin di indonesia. Sedangkan Veth hanya “orang- orang Arab”, tanpa menunjuk asal mereka di Timur Tengah maupun kaitannyadengan Hadramaut, Mesir, atau India. Teori semacam ini juga diajukan hamka dalam seminar”Sejarah masuknya islam di indonesia “ pada tahun 1962. Menurutnya Islam Masuk ke Indonesia langsung dari Arab, bukan melalui India, dan bukan pula pada abad 11, melainkan pada abad pertama hijriyah bertepatan dengan abad ke-7 masehi[3].

            Kedua, teori yang menyatakan bahwa Islam di Indonesia dari India dikemukakan pertama kali oleh Pijnapel tahun 1872 berdasarkan terjemahan perancis tentang catatan perjalanan Sulaeman, Marcopolo dan ibnu Battuta, ia menyimpulkan bahwa orang – orang Arab yang bermahzab Syafi’i berasal dari Gujarat dan Malabar di India yang membawa Islam ke Asia tenggara. Dia mendukung teorinya itu dengan mengatakan bahwa melalui perdagangan amat memungkinkan terselenggaranya hubungan antara kedua wilayah ini ditambah lagi dengan umumya istilah- istilah persia digunakan oleh masyarakat kota- kota pelabuhan Nusantara. Teori ini lebih lanjut di kembangkan oleh snouck hurgronje yang melihat para pedagang kota pelabuahan Dakka di India Selatan sebagai pembawa Islam ke wilayah baru ini.

            Teori snouck ini lebih lanjut di kembangkan oleh Morrison pada tahun 1951. Dengan menunjuk tempat yang pasti di india, Ia menyatakan dari sanalah islam datang ke Nusantara ( Indonesia).

            Menurut Ensiklopedi Tematis Dunia Islam [4], hubungan islam di nusantara ( Indonesia) dengan gujarat ditandai oleh adanya kesamaan makam wali Maulana Malik Ibrahim di Gresik yang baik jenis maupun bentuk huruf serta bentuk bangunan secara keseluruhan menunjukan kesamaan dengan makam di samudera pasai. Bahkan kedua makam tersebut memiliki kesamaan dengan makam di Cambay Gujarat. Dari data ini disimpulakan bahwa Islam ke Nusantara (Indonesia) berasal dari gujarat.

            Ketiga, teori yang menyatak bahwa Islam datang dari Benggali ( kini Bangladesh) dikembangkan oleh fatiumi. Dia mengutip keterangan Tome Pires yang mengungkapkan bahwa kebanyakan orang terkemuka di pasai adalah orang- orang Benggali atau keturunan mereka. Dan Islam muncul pertama kali di semenanjung Malaya, dari arah pantai timur buakan barata (Malaka), pada abad 11 melalui Kanton , phanrang ( Vietnam, Leran, dan Trengganu. Ia beralasan bahwa secara doktrin, Islam di Semenanjung lebih sama dengan Islam di Phanrang; elemen- elemen parasasti di Trengganu juga lebih mirip dengan prasasti yang di temukan di Leran.

            Drewes yang mempertahankan teori Snouck menyatakan bahwa teori Fatimi ini tidak bias diterima, terutama karena penafsirannya atas prasasti yang ada dinilai merupakaan “ perkiraan liar belaka”. Lagi pula yang mahzab yang dominana di Benggala adalah mahzab Hanafi, bukan mahzab Syafi’i seperti di semenanjung Nusantara secara keseluruhan[5].

            Keempat, muncul satu lagi teori yang menyatakan bahwa Islam datang dari Cina. Toeri ini di kemukakan oleh Emanuel Godinho de Eradie, seorang ilmuwan Spanyol yang menulis tahun 1613. Ia mengatakan, “ sesungguhnya akidah Muhammad telah diterima di Pantani dan Pam di Pantai Timur, kemudian di terima dan di kembangkan oleh permaisuri ( yaitu parameswara ) di tahun 1411 M [6].

 

 

 


[1] Mertin van Bruinessen, kitab kuning, pesantren dan tarekat, bandung: Mizan, 1995,hlm.

[2] Azyumardi Azra, jaringan ulama timur tengah dan indonesia, bandung: Mizan, 1994,html.

[3] Ibd.,hlm.31.

[4] Ensiklopedi Tematis Dunia Islam,Asia Tenggara, Jakarta : Ikhtiar Baru Van Hoeve, 2003, hlm. 13-14

[5] Ibd.,hlm.32

[6] Wan Husein Azmi,”Islam di Aceh, Masuk dan berkembangnya hingga Abad XVI’’, dalam A. Hasymi, Sejarah Masuk dan berkembangnya islam di Indonesia, Bandung: PT Alma’arif,1993,hlm.180-181.

One thought on “teori masuknya islam ke indonesia

  1. ka sebagiaan teori tentang datangnya islam k indo di dasari pada batu nisan makam kerajaan islam d ssamudra pasai yang benama? siapa ka tolong jawab soalnya ada pr nih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s