tugas perkembangan pribadi individu, pendidikan dan karier

II.A Perkembangan Kehidupan Pribadi Sebagai Individu.

II.A1. Pengertian Kehidupan Pribadi dan Kharakteristiknya.

Pengertian kehidupan itu sangat kompleks dan unik. Pada hakikatnya manusia adalah pribadi yang utuh dan memiliki sifat sebagai mahluk individu dan sosial. Sebagai individu seseorang menyadari memiliki kebutuhan untuk kepentingannya sebagai pribadi, baik fisik dan non fisik. Untuk fisiknya manusia perlu kekuatan dan daya tahan tubuh serta keamanan yang penting untuk perkembangan dan pembentukkan pribadi seseorang.

Kehidupan pribadi menyangkut beberapa aspek yaitu aspek emosional, sosial psikologis dan sosial budaya, dan kemampuan intelektual terpadu secara integratif dengan faktor lingkungan kehidupan. Pada dasarnya setiap manusia ingin bisa hidup mandiri terutama dalam memenuhi kebutuhannya. Untuk itu di perlukan penguasaan situasi untuk menjaga kestabilan.

Kekhususan kehidupan pribadi bermakna bahwa segala kebutuhan dirinya memerlukan pemenuhan dan terkait dengan masalah-masalah yang tidak dapat disamakan dengan individu yang lain. Oleh karenanya, setiap pribadi akan dengan sendirinya menampakkan cirri yang khas yang berbeda dengan pribadi yang lain. Di samping itu, dalam kehidupan ini diperlukan keserasian antara kebutuhan fisik dan nonfisiknya. Kebutuhan fisik tiap orang perlu pemenuhan, misalnya seseorang perlu bernapas dengan lega, perlu makan enak dan cukup, perlu kenikamatan, dan perlu keamanan. Berkaitan dengan aspek sosio-psikologis, setiap pribadi membutuhkan kemampuan untuk menguasai sikap dan emosinya serta sarana komunikasi untuk bersosialisasi. Hal itu semua akan tampak secara utuh dan lengkap dalam bentuk perilaku dan perbuatan yang mantap. Dengan demikian, masalah kehidupan pribadi merupakan bentuk integrasi antara factor fisik, sosial budaya, dan factor psikologis. Di samping itu, seorang individu juga membutuhkan pengakuan dari pihak lain tentang harga dirinya, baik dari keluarganya sendiri maupun dari luar keluarganya. Tiap orang mempunyai harga diri dan berkeinginan untuk selalu mempertahankan harga diri tersebut.

II.A2.      Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Pribadi

Perkembangan pribadi menyangkut perkembangan berbagai aspek, yang akan ditunjukan dalam perilaku. Perilaku seseorang yang menggambarkan perpaduan berbagai aspek itu terbentuk di dala lingkungan. Sebagaimana diketahui, lingkungan tempat anak berkembang sangat kompleks.

Seseorang individu, pertama tumbuh dan berkembang di lingkungan keluarga. Sesuai dengan tugas keluarga dalam melaksanakan misinya sebagai penyelenggara pendidikan yang bertanggung jawab, mengutamakan pembentukan pribadi anak. Dengan demikian, faktor utama yang mempengaruhi perkembangan pribadi anak adalah kehidupan keluarga beserta berbagai aspeknya. Seperti telah diuraikan di bagian terdahulu, perkembangan anak yang menyangkut perkembangan psikofisis dipengaruhi oleh : status sosial ekonomi, fisafat hidup keluarga, dan pola hidup keluarga seperti kedisiplinan, kepedulian terhadap kesehatan, dan ketertiban termasuk ketertiban menjalankan ajaran agama.

Bahwa perkembangan kehidupan seseorang ditentukan pula oleh faktor keturunan dan lingkungan aliran nativisme menyatakan bahwa seorang individu akan menjadi ”orang” sebagaimana adanya yang telah ditentukan oleh kemampuan an sifatnya yang dibawa sejak ia dilahirkan. Sedangkan aliran empirisme mengatakan sebaliknya bahwa seorang akan menjadi ”manusia” seperti yang dikehendakioleh lingkungan. Kedua aliran itu menggambarkan bahwa faktor bakat dan pengaruh lingkungan sama-sama mempunyai pengaruh terhadap perkembangan pribadinya. Pengaruh-pengaruh itu akan terpadu bersama-sama saling memberi andil ”menjadikan manusia sebagai manusia”. Aliran yang mengakui bahwa kedua aliran itu secara terpadu memberikan pengaruh terhadap kehidupan seseorang adalah aliran konvergensi. Proses pendidikan Indonesia menganut aliran ini, seperti dinyatakan oleh Ki Hadjar Dewantara yaitu ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.

I1.A3.      Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pribadi

Lingkungan kehidupan sosial budaya yang mempengaruhi perkembangan pribadi seseorang amatlah kompleks dan heterogen. Baik lingkungan alami maupun lingkungan yang diciptakan untuk maksud pembentukan pribadi anak-anak dan remaja, masing-masing memiliki ciri yang berbeda-beda. Oleh karena itu, secara singkat dapat dikatakan bahwa perkembangan pribadi setiap individu berbeda-beda pula sesuai dengan lingkungan di mana mereka dibesarkan.

Dua orang anak yang dibesarkan di dalam satu keluarga akan menunjukkan sifat pribadi yang berbeda, karena hal itu ditentukan oleh bagaimana mereka masing-masing berinteraksi dan mengintegrasikan dirinya dengan lingkungannya.

II.A4.      Pengaruh Perkembangan Kehidupan Pribadi terhadap Tingkah Laku

Kehidupan merupakan rangkaian yang berkesinambungan dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Keadaan kehidupan sekarang dipengaruhi oleh keadaan sebelumnya dan keadaan yang akan datang banyak ditentukan oleh keadaan kehidupan saat ini. Dengan demikian, tingkah laku seseorang juga dipengaruhi oleh hasil proses perkembangan kehidupan sebelumnya dan dalam perjalanannya berintegrasi dengan kejadian-kejadian saat sekarang.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa jika sejak awal perkembangan kehidupan pribadi terbentuk secara terpadu dan harmonis, maka dapat diharapkan tingkah laku yang merupakan pengejawantahan berbagai aspek pribadi itu akan baik. Kehidupan pribadi yang mantap memungkinkan seorang anak akan berperilaku mantap, yaitu : mampu menghadapi dan memecahkan berbagai permasalahan dengan pengendalian emosi secara matang, tertib, disiplin, dan penuh tanggung jawab.

II.A5.    Upaya Pengembangan Kehidupan Pribadi

Kehidupan pribadi yang merupakan rangkaian proses pertumbuhan dan perkembangan, perlu dipersiapkan dengan baik. Untuk itu perlu dilakukan pembiasaan dalam hal :

  1. Hidup sehat dan teratur serta pemanfaatan waktu secara baik. Pengenalan dan pemahaman nilai dan moral yang berlaku di dalam kehidupan perlu ditanamkan secara benar.
  2. Mengerjakan tugas dan pekerjaan praktis sehari-hari secar amandiri dengan penuh tanggung jawab.
  3. Hidup bermasyarakat dengan melakukan pergaulan dengan sesama, terutama dengan teman sebaya. Menunjukkan gaya dan pola kehidupan yang baik sesuai dengan kultur yang baik dan dianut oleh masyarakat.
  4. Cara-cara pemecahan masalah yang dihadapi. Menunjukkan dan melatih cara merespon berbagai masalah yang dihadapi.
  5. Mengikuti aturan kehidupan keluarga dengan penuh tanggung jawab dan disiplin.
  6. Melakukan peran dan tanggung jawab dalam kehidupan berkeluarga. Di dalam keluarga perlu dikembangkan sikap menghargai orang lain dan keteladanan.

Di samping perlu diciptakan suasana keteladanan oleh pihak-pihak yang berwewenang, seperti orang tua di dalam keluarga, guru di sekolah, dan tokoh masyarakat dalam kehidupan sosial. Dalam suasana ini yang perlu ditonjolkan antara lain adalah sifat sportif dan kejujuran, berjuang keras dengan berpegang pada prispi yang maton (dapat dipercaya).

II.B.  Perkembangan Kehidupan Pendidikan dan Karier.

II.BI. Pengertian Kehidupan Pendidikkan dan karier

Pada hakikatnya setiap manusia selalu ingin tahu, dengan denikian selalu berupaya mengejar pengetahuan. Maka atas dasar ini manusia senantiasa ingin belajar dan mecari tahu banyak hal. Kehidupan pendidikkan merupakan pengalaman proses belajar yang dihayati sepanjang hidupnya, baik melewati jalur pendidikkan atau diluar jalur sekolah. Berkaitan dengan perkembangan peserta didik kehidupan pendidikkan yang dimaksud baik yang dialami remaja sebagai peserta didik di lingkungan keluarga ,sekolah atau masyarakat. Sedangkan kehidupan karir merupakan pengalaman seseorang dalam dunia kerja. Pada dasarnya kehidupan katir pertama remaja dimulai dari kehidupan pendidikkannya. Yang mana memberikan pengalaman secara teori apa yang akan dihadapi.

Sekolah menyediakan pelajaran dasar yang belum bermakna sebagai pembekalan anak – anak untuk siap bekerja dan belum terarah kepemberian keterampilan tertentu  untuk terjun ke dunia kerja di dalam masyarakat.

Sikap remaja terhadap pendidikan sekolah banyak diwarnai oleh karakteristik guru yang mengajarnya. Guru yang baik itu adalah guru yang akrab dengan siswanya dan menolong siswa dalam hal pelajaran. Dalam hal ini guru memberikan bimbingan dan menilai atas dasar objektivitas yang tidak disertai faktor emosional. Sekolah bermaksud untuk mampu memberikan kepada para peserta didik. Sesuai dengan apa yang dibutuhkan dan keadaannya.

II.B2. Karakteristik Kehidupan Pendidikkan dan Karier

Belajar itu akan lebih berhasil apabila sesuai dengan minat dan kebutuhannya. Cita-cita merupakan yang faktor yang mempengaruhi minatdan kebutuhan pelajar akan pendidikkan.

pada usia remaja telah muncul cita-cita dewasa nanti. Usia ini memiliki minat yang jelas untuk cita-cita kariernya nanti. Remaja tahu apa yng harus ia miliki untuk mencapai minatnya dan bagaimana ia harus mempersiapkannya. Yang mana ini berkaitan dengan pendidikkan untuk mencapai ke arah cita-cita itu.

Anak masuk SLTP usia 13-14 tahun (usia awal remaja) mulai mengenal sistem baru dalam sekolah, guru yang memiliki berbagai macam sifat dan kepribadiaan. Yang mana perlu ada penyesuaian diri, anak mulai mengenal berbagai mata pelajaran , untuk anak SLTA umur 15-18 tahun adanya pemilihan jurusan telah diperkenalkan.

Remaja mulai bersosialisasi dengan teman-temannya dengan mengenal dan tahu banyak latar belakang teman-temannya. Ia mengenal masyarakat baru yaitu sekolahnya, teman-teman sebayanya. Yang mana pada masa ini ada 3 lingkungan yaitu keluarga, sekolah dan masyarakat. Menurt UU no 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional menyebutkan jika remaja mempunyai tiga tempat pendiodikan yaitu sekolah, masyarakat dan keluarga.

  1. Lingkungan pendidikkan keluarga

Pendidikkan ini penting bagi remaja yang mana aspek moral dan pembentukkan kepribadian . yang mana sifatnya adalah individual, dalam keluarga orang tua adalah sebagi pendidik sedang anaknya adalah peserta didik. Ada 3 pendidikan yang bercorak otoriter, demokrasi dan liberal.

  1. Masyarakat

Lingkungan alami yang kedua, remaja mengenal nilai-nilai, norma, keragaman. Yang mana remaja mulai belajar menghargai orang lain yang mana banyak perbedaan yang akan menbentuk kelompok-kelompoknya yang punya pandangan yang sama. Yang mana masyarakat menjalankan funsi pendidikkan contoh kursus-kursus yang akan membekali karier para remaja .

  1. Sekolah

Dimana sekolah sengaja di siapkan untuk mengarahkan anak dan memberi kemampuan serta keterampilan sebagai bekal hidupnya. Yang mana remaja melihat sekolah merupakan tempat yang sangat berpengaruh dalam pembekalan menuju kariernya . yang mana remaja jadi menentukkan sekolah mana yang akan ia pilih untuk membantu dalam kariernya nanti.

Jalue sekolah atau tidak , sekolah mampu melayani apa yang dibutuhkan untuk mencapai kariernya nanti.

II.B3. Faktor-Faktor yang mempengaruhi Perkembangan kehidupan dan karier

Orang tua perlu memahami kemajuan pendidikan baik di sekolah maupun di luar sekolah dan di luar keluarga karena dengan norma dan ketentuan yang tidak terlalu jauh berbeda antara rumah, sekolah, dan masyarakat dapat dicapai. Proses pemilihan kerja sebenarnya telah berlangsung sejak dini, di saat anak menetapkan pilihan sekolah. Remaja telah berkemampuan untuk menarik keputusan, sekalipun dasar pertimbangan yang digunakan belum cukup luas, terutama yang berkaitan dengan pandangan masa depan yang belum mantap.Oleh karena itu mereka masih memerlukan arahan atau bimbingan orang tua atau pembimbing. Faktor yang mempengaruhi yaitu ada 3 faktor yitu;

  1. Faktor sosial ekonomi.

Kondisi sosial menggambarkan status orang tua merupakan faktor yang dilihat anak untuk mencapai karirnya. Yang mana kondisi ekonomi tiap keluarga remaja berbeda jika awalnya seorang remaja hidup enak maka  ia akan berusaha untuk tetap seperti itu. Faktor biaya merupakan pemicu utama hilangnya masa depan pendidikan anak yang berdampak pada kariernya nanti.

  1. Faktor lingkungan

Ada tiga macam lingkungan yaitu lingkungan masyarakat contoh masyarakat industri, pertanian dan perdagangan dan ada golongan akademik atau lingkungan masyarakat yang terdidik dan terpelajar. Lingkunagn membentuk pola pemikiran remaja, kedua lingkungan kehidupan rumah tangga, sekolah yang amat berpengaruh dalam penentuan karier yang ketiga lingkungan kehidupan teman sebaya, yang memberi pengaruh langsung pada kehidupan pendidikkan . yang mana memberikan peluang untuk jadi dewasa.

  1. Faktor Pandangan Hidup

Pandangan hidup seseorang berbeda-beda, pandangan hidup ini melatarbelakangi adanya pemikiran akan membantu dalam pekerjaan.

Secara psikologis remaja telah cukup mampu untuk memikul tanggung jawab dan hidup mandiri dalam kehidupan bermasyarakat. Akan tetapi tidak semua remaja siap menghadapi kondisi masyarakat yang terus berkembang sehingga mereka belum memiliki konsep kehidupan masa depan. Hal ini akan berakibat pada mereka akan tampak tidak memiliki pendirian dan mengalami kesulitan memilih jenis pekerjaan serta tergantung kepada kelompok.

II.B4. Pengaruh Perkembangan kehidupan Pendidikkan dan Karier terhadap tingkah laku dan sikap.

Pada jenjang dasar  dengan kurikulum yang masih umum, sekolah memberikan pelajaran dasar seperti keterampilan yang membantu anak untuk siap kerja dan masuk kedalam dunia kerja masyarakat sementara. Ini memunculakn bermacam pandangan. Banyak yang menyatakan bahwa sekolah kurang membawa manfaat untuk hidupnya (bagi orang yang kurang mampu) yang mana tidak memberi pekerjaan bagi mereka, yang mana mempengaruhi sikap terhadap pendidikan sekolah.

Sikap remaja dipengaruhi oleh sikap dan pribadi pendidik, remaja menganggap guru  itu baik berdasarkan keadaan guru itu sendiri. Guru yang baik itu adalah guru yang akrab dengan siswanya dan menolong dalam belajar , hal ini seling salah arti menolong malah dipresepsikan dengan pemberian nilai tinggi atau meluluskan. Guru mengarahkan remaja untuk memilih kariernya.

II.B.5. Perbedaan Individu dalam Perkembangan Pendidikkan dan Karier

Berisi tentang perkembangan intelek, Pencapaian tingkat pendidikan dipengaruhi oleh tingkat kecerdasan atau IQ. Dalam kenyataannya IQ setiap orang berbeda-beda, hal itu berpengaruh terhadap pola kehidupannya di dalam bidang pendidikan. Kehidupan pendidikan merupakan bagian awal dari kehidupan karier, maka perbedaan kehidupan pendidikan tersebut konsekuensinya akan membawa variasi dalam kehidupan pendidikannya berdasarkan kemampuan IQ dan berpikirnya yang berbeda dan perbedaan individual di dalam kehidupan kariernya.

II.B6. Upaya Pengembangan Kehidupan Pendidikkan dan karier

Menghadapi tiga lingkungan pendidikkan yang berbeda-beda menyebabkan kebingungan pada remaja. Yang mana adanya pertentangan nilai dan norma yang mungkin terjadi. dan dibutuhkan pendekatan untuk mencapai keharmonisan.    Orang tua perlu memahami pendidikkan disekolah, luar sekolah dan keluarga.

Bedanya antara orang dewasa dan anak-anak adalah jika orang dewasa berorientasi pada kerja-kerja produktif, anak-anak dengan unsur bermain dan remaja belum sepenuhnya produktif yang mana ia belum sepenuhnya memikirkan pekerjaan. Remaja usia 13-19 tahun karier masih ditahap posisi awal karena di usia 13-16 masuk dunia kerja. Mereka menghadapi banyak masalah dari fisik maupun psikologis. Secara fisik belum siap yang mana muncul keterpaksaan, psikologisnya juga sama masih emosional, belum siap mental, belum sepenuhnya bertanggung jawab yang mengahadapi dilematis.

Remaja usia 16 tahun lebih secara hukum sudah dibenarkanuntuk bekerja yang didukung oleh kesiapan fisik dan mental yang sudah dapat menyesuaikan. Pemilihan kerja disiapkan sejak dini , saat anak menetapkan sekolah. Remaja punya kemampuan menarik keputusan. Mereka perlu arahan atau bimbingan dari orang tua atau pembimbing. Faktor yang menentukkan pilihan itu, faktor yang digunakan untuk menentukan pilihan pekerjaan antara lain :

1. minat dan kemampuan
2. jenis kelamin
3. latar belakang orang tua
4. kondisi sosial ekonomi
5. jenis pekerjaan itu sendiri

Secara biologis usia remaja anak telah siap untuk melakukan pekerjaan dengan kata lain siap untuk bekerja. Secara hukum , usia remaja 16-19 tahun. Secara psikologis pun para remaja yang mana kalian siap memikul tanggung jawab. Bekembang  mereka belum memiliki konsep kehidupan masa depan,pedoman datang dia mengikuti anak remaja. Ia menggambarkannya dalam teori.

  1. Perkembangan karier remaja

Dalam arti sempit pendidikan akan membantu kita dalm karier. Dalam arti luasnya pendidikkan merupakan proses perkembangan remaja. Dilihat dari segi usia 12-21 tahun meenurut Ginzberg(Alexander,dkk.1980) perkembangan kariernya mencapai tahap tentatif dan sebagian berada dalam tahap realistis, meurut Super perkembangan karier remaja berada pada tahap eksplorasi, pada subtahap tentatif dan subtahap transisi.

Kami akan menjabarkan tahap perkembangan remaja berdasarkan pendapat Ginzberg. Menurutnya ada pada periode pilihan tentatif (11-17 tahun) itu ditandai oleh meluasnya pengenalan anak terhadap berbagai masalah dalam memutuskan pekerjaan apa yang akan dikerjakannya di masa mendatang. Ada 4 macam metode tentatif ;

  1. Tahap Minat (umur 11-12 tahun)

Remaja mulai punya rencana, pilihan dan minat dalam karier. Belajar dari yang dia suka, melakukan pilihan secara tentatif atas subjektif dan belum berdasarkan pertimbangan-pertimbangan objektif.

  1. Tahap kapasitas (12-14 tahun)

Remaja mulai menggunakan keterampilan dan kemauan pribadi sebagai pertimbangan dalam pilihan dan rencana karier. Mulai menilai kemampuannya, berperan baik dalam bidang pendidikkan dan pekerjaan yang diminati. Remaja cenderung melihat orang lain sebagai contohnya.

  1. Tahap Nilai (15-16 tahun)

Di tahap ini remaja menganggap penting nilai pribadi dan karier dalam memilih karier. Mulai melihat kebutuhan pada dirinya, tahu perbedaan konsepsi gaya hidup yang disiapkan oleh pekerjaannya, kesadarah terhadap waktu berkembang dan sensitif perlunya pekerjaan.

  1. Tahap transisi (17-18 tahun)

Remaja mulai mempertimbangkan secara realistis yang mana ke posisi yang lebih terfokus, remaja mulai mengerti perlunya mengambil keputusan cepat, konkret dan realistis tentang kariernya nanti, mulai mencoba keterampilan dan bakatnya.

  1. Dalam periode pilihan realistis (17/18- yang lebih tua)

Remaja sampai pada tahap eksplorasi alternatif yang cocok dan memilih karier. Tahap spesifikasi perkembangan akhir dalam pilihan karier. Yang mana sudah ana pekerjaan tetap dan berusaha untuk memilih tugas-tugas dan posisi spesifik .

  1. Masalah yang dihadapi

Pada prosesnya perkembangan karier menemui berbagai masalah dan hambatan, yang mana berasal dari dirinyadan lingkungannya.  Yang berasal dari dirinya yang mana minat tidak sesuai dengan kemampuan.  Contoh cita-cita masuk kedokteran tapi tidak pandai di mata pelajaran IPA . masalah dari lingkungannya yaitu paksaan terhadap orangtua  yang mana anak belum ada di kemampuan itu dan tidak menyukai bidang itu.  Terlebih yang parah jika pilihan keduanya tidak saling mendukung maka akan ada konflik dalam karier remaja, solusinya disampaikan oleh Shertzer (Alexander,dkk.1980) sarnnya adalah sebagai berikut ;

  1. Pelajari diri sendiri, karena kesadaran diri tentang bakat,kemampuan,ciri-ciri pribadi merupakan kunci sukses karier.
  2. Bidang yang paling nyaman dan kuasai.
  3. Menulis rencana dan cita-cita dengan formal.
  4. Membiasakan diri dengan tuntuttan pekerjaan yang diminati.
  5. Meninjau ulang rencana karier dengan orang lain.
  6. Bila pilihan tidak cocok segera hentikan dan susun rencana baru yang cocok.

Di indonesia untuk remaja di bantu oleh pelayanan bimbingan karier di sekolah dengan berbgai kegiatan yaitu;

  1. Pemahaman diri : bakat, kemampuan, minat, keterampilan, dan ciri-ciri pribadi.
  2. Pemahaman lingkungan : dari pendidikkan , pekerjaan dan kondisinya.
  3. Cara mengatasi masalah dan hambatan dalam perencanaan dan pemilihan karierkemungkinan keterbatasan dan keadaan diri.
  4. Perencanaan masa depan.
  5. Usaha penyaluran. Penempatan pengaturan dan penyesuaian.

Sumber referensi    : Sunarto,dkk.PerkembanganPeserta Didik .Jakarta:PT Asdi Mahasatya. 2006

One thought on “tugas perkembangan pribadi individu, pendidikan dan karier

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s