tafsir Qs. Al- Imran ayat 200

Tafsir Qs.Al –Imran 200

 

“Hai orang-orang yang beriman, bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung”.   (Qs. Al-Imran :200)  

Surah Aali’ Imraan ini di tutup oleh Allah SWT dengan ayat kesepuluh dari berbagai wasiat yang menggabungkan keterangan bahwa di dunia para musuh agamalah yang lebih menonjol, sedangkan untuk orang- orang yang beriman akan memenangkan kebahagiaan dan kenikmatan di akhirat nanti wasiat ini ditutup dengan kesabaran akan keataan dan kesabaran akan syahwat keduniaan.

            Makna sabar adalah menahan atau memenjarakan yang ditegaskan dengan perintah   Zaid bin Aslam menafsirakn bersabar akan musuh- musuh agama. Al hasan menafsirkan bersabar dalam kewajiban shalat yang lima waktu. Menahan diri dari syahwat karena syahwat akan tanggalkan dengan bersabar. Atha dan Al Qurazhi menafsirkan bersabar akan semua yang telah di janjikan : Janganlah berputus asa dan tunggulah saat datangnya kesenangan dan kebahagiaan.

penutup surah ini mengajak : hai orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan semua yang diuraikan dalam surah ini, bersabarlah dalam melaksanakan tugas-tugas, berjuang dan berperang di jalan Allah, serta memikul petaka kamu dan kuatkanlah kesabaranmu saat mengahadapi lawan yang sabar, dan tetaplah bersiap siaga di perbatasan negerimu dengan kekuatan yang dapat menggetarkan musuh untuk menyerang kamu dan bertaqwalah kepada Allah dalam seluruh aktivitasmu supaya kamu terus menerus beruntung, yakni memperoleh seluruh apa yang engkau harapkan. Kata sabar terambil dari akar kata yang terdiri dari tiga huruf, yaitu shad, ba dan ra, maknanya berkisar pada tiga hal, yaitu pertama “menahan”, kedua “ketinggian sesuatu”, dan ketiga “sejenis batu”. Dari kata menahan, lahir makna “konsisten/bertahan”, karena yang bertahan itu menahan pandangannya pada satu sikap. Seseorang yang menahan gejolak hatinya, dinamai bersabar; yang ditahan dan dipenjara sampai mati dinamai  mashburah. Dari makna yang kedua lahir kata shubr, yang berarti “puncak sesuatu” dan dari maknsa yang ketiga muncul kata ashshubrah, yakni “batu yang kukuh lagi kasar” atau “potongan besi”.

 

Ketiga makna tersebut saling terkait, apalagi bila pelakunya adalah manusia. Seorang yang sabar akan menahan diri, dan untuk itu ia memerlukan kekukuhan jiwa dan mental baja agar dapat mencapai ketinggian yang diharapkan. Menurut Imam Ghazali, lebih dari tujuh puluh kali Allah swt menguraikan masalah sabar dalam al-Qur‟an. Kemampuan bersabar bagi manusia diakui oleh pakar-pakar ilmu jiwa. Bahkan Freud misalnya, berpendapat bahwa manusia memiliki kemampuan memikul sesuatu yang tidak disenanginya dan mendapatkan kenikmatan dibalik itu. Karenanya, ayat di atas di samping memerintahkan bersabar, juga memerintahkan  shabiru, yakni bersabar menghadapi kesabaran orang lain. Seorang muslim dalam hidupnya dan perjuangan di jalan Allah sering menghadapi pihak lain yang berjuang sesuai nilai-nilai yang diyakininya dan juga memiliki kesabaran. Maka ketika itu kesabaran dilawan dengan kesabaran, siapa yang lebih kuat kesabarannya dan lebih lama dapat bertahan dalam kesulitan, dialah yang akan memeperoleh kemenangan. Sabar yang dihadapi dengan kesabaran yang lebih besar itulah yang dilukiskan dengan kata shabiru.

Kemudian ada perintah untuk tetap bersiaga dalam menhahadapi musuh. dapat digunakan secara bahasa menurut al Qurthubi adalah mengikat tapal batas sedangkan kata murabathah menurut lisan orang Arab maknanya mengikat sesuatu agar tidak terputus, bisa diartikan sebagai teguh dan senantiasa berada di tempat ibadah. Al Qurthubi  mengartikan ribaath dengan tindakan menunggu sholat , tetapi maksud Murabathah disini adalah keteguhan berperang melawan musuh , mempertahankan kemuliaan islam serta menjaganya agar musuh tidak masuk kedaerah islam.

 “bertakwalah” kalian tidak di perintahkan untuk berjihad tanpa ada ketakwaan.  la‟allakum tuflihun/agar kamu beruntung. bahwa makna dari kata “la’alla adalah likum (agar supaya ) sedangkan makna al falahu adalah kekekalan . Sabar selalu pahit awalnya,tapi manis akhirnya. “sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakannya” (Q.S Ali-Imran : 186). Dengan kesabaran dan ketakwaan akan turun bantuan Illahi guna menghadapi segala macam tantangan: “jika kamu bersabar dan bertakwa, niscaya tipu tipu daya mereka sedikitpun tidak mendatangkan kemduharatan kepadamu. Sesungguhnya Allah mengetahui segala apa yang mereka kerjakan.“ (Q.S Ali-Imran : 125) bahkan “(cukup) jika kamu bersabar dan bertakwa dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu malaikat yang memakai tanda” (Q.S Ali-Imran : 125), karena siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan ganjaran orang-orang yang berbbuat baik” (Q.S Yusuf: 90)

 

 

 

 

4 thoughts on “tafsir Qs. Al- Imran ayat 200

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s